Ada 5 kelompok dan 5 kegiatan yaitu :
1.
Pembuatan pupuk
Organik.
2.
Pembuatan pupuk
Organik Cair.
3.
Pengembang-biakan
Bakteri.
4.
Pelatihan Urban
Farming (pertanian dalam ember & polybag).
5.
Budidaya tanaman
Singkong.
Kelompok
saya mendapatkan tugas atau kegiatan membuat pupuk Organik Cair.
Pupuk
organik cair dalam pembahasan ini mengacu pada pengertian pupuk
organik dan pupuk kompos, Secara singkat bisa dikatakan pupuk organik
cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui
proses pengomposan.
Ada dua
macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan yaitu :
1. Pupuk
organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi
atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk
hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair
semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya
saja wujudnya berupa cairan. Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang
stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam
jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan.
Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah
disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
2. Pupuk
organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam
kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material
organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk
cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila
dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun
berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam
air.
Berikut ini
adalah cara Pembuatan pupuk Organik Cair :
· Siapkan
bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg
hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml
bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
· Siapkan tong
plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter
selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua
ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
·
Potong atau
rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam
tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air.
Kemudian aduk-aduk hingga merata.
· Larutkan
bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata.
Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
·
Tutup tong
dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang.
Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung
selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
· Pastikan
benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi
selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang
dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
· Tunggu hingga
7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau
adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
· Pisahkan antara
cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas
adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
·
Masukkan cairan
yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat.
Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk
bisa digunakan sampai 6 bulan.
Dalam
kegiatan ini, kami sekelompok dan kelompok lainnya mendapat pengalaman yang
sangat baik dan wawasan yang luas. Karena telah adanya kegitan ini kami
sekelompok dapat mengetahui tentang pupuk dan bercocok tanam.
Sekian dan Terimakasih,
Dinda Ratri Wulandari - 1801445125



Tidak ada komentar:
Posting Komentar