Jumat, 05 Juni 2015

Profile dari Villa Hutan Jati By : ( Darwin_1801425590 )

  • Berangkat dari keprihatinan atas kenyataan ini, dikaitkan dengan semakin nyatanya ancaman pemanasan global (global warming), krisis pangan dan energi, memotivasi kami menemukan metode tepat-guna untuk meningkatkan produktifitas lahan-lahan kritis tersebut melalui konservasi tanah, air dan pohon.  Dengan niat memberdayakan masyarakat yang bermukim di  daerah-daerah yang tanahnya kritis agar mampu swadaya pangan, dan melihat begitu banyaknya lahan-lahan kritis di Indonesia, Hingga pada akhirnya disimpulkan bahwa cara terbaik adalah membuat sebuah proyek percontohan yang melibatkan semua pihak yang diberi nama : Villa Hutan Jati.

    Jagabaya adalah suatu daerah yang pada awal ditemukan oleh Bapak Boedi Krisnawan merupakan hamparan lahan luas yang rusak parah, tandus dan kritis akibat eksploitasi pertambangan batu, pasir, dan tanah merah tetapi tidak direklamasi kembali. Kerusakan lahan membuat tanah tidak produktif, akibatnya ketahanan pangan menjadi semakin berkurang. Begitu pula kondisi penduduk sekitarnya sangat miskin dan tidakmampu dalam  memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi lahan dan taraf hidup masyarakat di Jagabaya merupakan salah satu potret nyata kondisi wilayah-wilayah kritis di Indonesia, yang saat ini diperkirakan sudah mencapai puluhan juta hektar.

    Proyek ini dimulai dengan meng-konversi lahan kritis seluas 100 hektar sebagai proyek percontohan perkampungan ramah lingkungan. Alasan dipilihnya pohon jati adalah : pohon jati dikenal karena kualitas dan harganya yang mahal; tanah dan iklim di Jaga Baya cocok untuk pohon jati; perawatannya mudah dan tahan terhadap serangan hama atau penyakit; penemuan bibit jati unggul dengan sistem cloning telah terbukti hanya dalam waktu 10 tahun bibit jati mampu mencapai tinggi 20 meter dan berdiameter minimal 30 cm; uji coba sebanyak 1000 batang bibit jati jumbo yang di kombinasikan dengan pemakaian pupuk dasar organik di kebun percontohan kami, ternyata hanya dalam waktu 5 bulan, bibit jati telah mencapai tinggi 10 cm dapat tumbuh sangat pesat mencapai ketinggian 5 meter dan diameter batang 6 cm.

    Proyek ini dirancang juga sebagai laboratorium alam khusus untuk konservasi lahan kritis sekaligus sebagai pilot proyek penghijauan dan tempat pelatihan pertanian yang ramah lingkungan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup mayarakat.  Villa Hutan Jati juga dimaksudkan menjadi tempat pelatihan bersama perusahaan-perusahaan dan pribadi-pribadi dalam mewujudkan CSR (Corporate Social Responsibility) dan kepedulian sosial masing-masing yang sekaligus menjadi laboratorium alam bersama dalam melakukan konservasi tanah dan air serta melestarikan lingkungan alam dengan Motto :  BERSAMA  SEMBUHKAN  BUMI.

    Villa Hutan Jati memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar proyek ini  mengenai tata cara melakukan konservasi tanah dan penghijauan serta budidaya tanaman-tanaman herbal yang ternyata mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat terutama dari pengelola sekolah-sekolah sekitar.  Namun karena fasilitas maupun SDM yang belum mencukupi, kami belum mampu menyelenggarakan pelatihan-pelatihan berkelanjutan pada berbagai komunitas yang tanahnya kritis meskipun sudah banyak kelompok dari berbagai wilayah Indonesia yang mengajukan pelatihan tentang konservasi tanah dan air.

    Mengingat besarnya biaya dan kompleksnya masalah dalam mengurangi dampak global warming yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat yang beraneka ragam budayanya, Villa Hutan Jati  berkeyakinan hal tersebut hanya mungkin ditanggulangi perusahaan-perusahaan dan pribadi-pribadi yang peduli bersinergi dalam satu wadah di Villa Hutan Jati.  Sinergi ini diharapkan akan mampu merumuskan bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) yang tepat sasaran, efektif dan berkelanjutan.  Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai bila masing-masing pribadi dan perusahaaan bersedia bersama-sama memikul biaya konservasi tanah di Villa Hutan Jati.  

    Dalam menunjang keberhasilan program CSR (Corporate Social Responsibility) yang berkaitan dengan pelestarian alam, tentunya membutuhkan sarana pelatihan dan lahan percobaan penanaman pohon-pohon penghijauan dan tanaman tumpang sari dengan menggunakan pupuk organik.  Untuk itu kami telah melakukan konservasi lahan sebanyak 40 hektar (40 kavling) yang berhasil kami hijaukan dengan pohon jati.  Sehingga 40.000 pohon jati telah tertanam rapi dengan ketinggian mulai 50 cm - 700 cm serta pohon-pohon pelindung sebanyak 3000 batang di areal Villa Hutan Jati.  Dalam setiap kavling kami sediakan lahan seluas 500 m2 yang telah dibangun rumah jaga seluas 21 m2 berenergi surya, dan areal untuk pembangunan sarana penunjang pelatihan perusahaan saat diperlukan.

    Villa Hutan Jati ini dirancang sebagai laboratorium alam dan wujud CSR (Corporate Social Responsibility) bersama korporasi/individu dalam melakukan konservasi tanah dan air serta melestarikan lingkungan alam dengan Motto : BERSAMA SEMBUHKAN BUMI.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar